
Siang yang terik. Panggung itu masih kosong. Penontonnya pun jarang. Bahkan bisa dibilang, tidak ada satupun yang berdiri, berhenti hanya sekedar untuk mencari tau siapa yang akan masuk mengisi panggung sebentar lagi. Mereka semua tahu, nama-nama besar yang ada disitu tidak mungkin tampil di jam-jam ini.
Anggara berdiri di samping panggung, menatap ke arah sekerumunan orang yang baru saja berhenti di depan panggung. Apakah mereka yang akan mendengarkan aku bernyanyi, harapnya dalam hati. Salah satu dari orang-orang itu berdiri di panggung, lalu berpose lucu, dan teman-temannya memotretnya. Mereka tertawa-tawa. Anggara tersenyum menatap mereka....